Apakah Benar Mobil Harus Servis Sebelum Mudik? Begini Cara Menilainya
Tidak semua mobil wajib masuk bengkel sebelum perjalanan jauh. Yang perlu Anda nilai adalah seberapa dekat mobil dengan jadwal servis berkala, apakah ada gejala yang mengganggu, dan seberapa berat perjalanan yang akan ditempuh.
Kalau salah satunya mengkhawatirkan, servis sebelum berangkat adalah keputusan yang masuk akal.
Acuan resmi tetap jadwal servis berkala di buku manual. Servis khusus menjelang perjalanan jauh adalah praktik yang disarankan, bukan aturan yang berlaku sama untuk semua mobil.
Mari kita pahami situasi seperti apa saja yang memerlukan perawatan di bengkel, hingga situasi yang memperbolehkan bagi Anda untuk sekedar memastikan kesempurnaan mesin sebelum melakukan perjalan mudik.
Nilai Situasi Mobil Anda
Jika saja Anda sudah melewatkan jadwal servis berkala seperti yang sudah direkomendasikan oleh standar pabrikan, maka wajib hukumnya untuk Anda melakukan servis terlebih dahulu sebelum berangkat jarak jauh.
Terlebih saat Anda sudah mendengar suara yang aneh pada rem mobil, atau lampu indikator yang menyala, maka pemeriksaan ke bengkel tidak lagi bisa ditunda-tunda.
Hal ini berlaku bagi mobil yang biasanya jarang sekali dipakai, seketika dipakai untuk bepergian jauh. Anda wajib memeriksakan ke bengkel untuk pemeriksaan aki, ban, dan volume oli mesin.
Namun jika Anda baru saja melakukan servis rutin beberapa hari atau minggu sebelum melakukan mudik, maka cek berkala secara mandiri saja sudah cukup untuk menentukan kesiapan mobil.
Tapi pertimbangkan juga pemeriksaan di bengkel atau layanan servis mobil terdekat pada tempat destinasi Anda jika perjalanan memanglah teramat jauh, macet, beserta muatan yang penuh selama mengarungi perjalanan tersebut.
Tabel ini bukan hitungan baku, melainkan cara berpikir. Kalau ragu di antara dua baris, pilih yang lebih hati-hati.
Kenapa Mobil yang “Baik-baik Saja” Tetap Perlu Dinilai?
Rute harian dan rute jauh membebani mobil dengan cara yang berbeda. Kampas rem yang tipis atau minyak rem yang sudah lama tidak terasa di jalan datar dan pelan, tetapi muncul setelah berjam-jam di tol atau turunan panjang. Karena itu keluhan yang belum ada belum berarti mobil siap.
Kalau memutuskan servis, waktu yang disarankan seorang pengamat otomotif yang dikutip Republika adalah satu sampai dua minggu sebelum berangkat, supaya ada waktu mengganti suku cadang dan menjajal mobil sesudahnya.
Cek Mandiri yang Cukup untuk Kondisi Ringan
Kalau mobil baru diservis dan tidak ada gejala, lakukan pemeriksaan sendiri sehari sebelumnya:
- Tekanan semua ban termasuk serep, saat ban dingin, sesuai stiker di pilar pintu.
- Level oli mesin dan cairan pendingin.
- Air wiper, lampu, dan klakson.
- Aki dan sistem pengisian, terutama bila mobil jarang dipakai.
- Dongkrak, kunci roda, dan perlengkapan darurat.
Cek mandiri bukan berarti asal menggantikan komponen-komponen atau alat suku cadang yang sudah rusak, karena itu merupakan tugas lain saat Anda membawa mobil tersebut ke bengkel.
Kesimpulannya
Bukan soal wajib atau tidak, tetapi soal risiko yang Anda terima. Mobil yang baru diservis, sehat, dan menempuh rute biasa bisa cukup dengan cek mandiri.
Mobil yang servisnya tertunda, bergejala, atau menempuh rute berat sebaiknya ke bengkel lebih dulu.
Serahkan perawatan berkala mobil Suzuki Anda kepada teknisi di bengkel resmi Solo Indonesia Utama (Klaten). Layanan pelanggan dan penjadwalan servis dapat diakses melalui tautan https://suzukisurakarta.co.id demi kelancaran perjalanan Anda bersama keluarga.