Apakah Sering Menggunakan Auto Hold Bisa Membebani Sistem Rem?

icon 9 June 2026
icon Admin

Mobil modern saat ini memiliki fitur auto hold. Fitur tersebut dapat digunakan dengan menekan tombol dengan ikon berhuruf A pada area dasbor tengah. Lampu indikator akan menyala jika sudah aktif.

Banyak pengguna mobil ragu untuk memakainya terlalu sering karena khawatir membebani sistem rem. Benarkah demikian? Inilah ulasannya untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Benarkah Penggunaan Auto Hold Terlalu Sering Berdampak bagi Sistem Rem?

Fitur ini sering digunakan untuk menahan rem saat mobil benar-benar berhenti di kemacetan atau lampu merah. Jadi, pengemudi tidak perlu repot-repot menginjak pedal rem. Keberadaannya membuat perjalanan menjadi lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan.

Tidak perlu khawatir untuk menggunakannya terlalu sering. Hal ini disebabkan secara umum, fitur tersebut tidak membebani sistem pengereman secara berlebihan. Fitur tersebut dirancang sedemikian rupa dengan memanfaatkan sistem ini agar tekanan hidrolik dapat tertahan.

Catatan Penting untuk Menggunakan Fitur Auto Hold

Meski secara umum aman, Anda tetap perlu memperhatikan sejumlah catatan penting saat menggunakan fitur yang juga bisa disebut sebagai brake hold ini. Berikut catatan-catatan tersebut:

  • Bukan untuk Parkir

Fitur ini hanya digunakan untuk berhenti sementara alih-alih dalam waktu lama, seperti saat memarkir kendaraan. Hal ini disebabkan fitur tersebut menggunakan tenaga listrik dan hidrolik.

Saat mesin mati, tenaga tersebut tidak bisa dihasilkan oleh mesin. Akibatnya, rem pun bisa lepas. Itulah mengapa gunakan fitur lain yang memang didesain untuk parkir, yaitu Electric Parking Brake.

  • Bisa Membebani Sistem Transmisi Otomatis

Meskipun aman bagi sistem pengereman, fitur ini dapat membebani transmisi otomatis. Hal ini disebabkan biasanya posisi gigi berada di Drive atau D saat menggunakannya di lampu merah atau kemacetan.

Pada kondisi ini, tenaga tetap disalurkan oleh mesin mobil untuk bergerak maju. Namun, hal tersebut ditahan oleh rem. Akibatnya, gesekan dan tekanan konstan pada gear box akan timbul. Hal ini membuat suhu oli transmisi meningkat semakin cepat.

Untuk menghindarinya, pindahkan gigi ke posisi N terlebih dahulu apalagi bila Anda ingin berhenti lebih dari 10 sampai 20 detik. Kondisi ini akan memutus tenaga dari mesin ke roda sehingga tekanan dan gesekan dalam gear box bisa dicegah.

Tidak perlu khawatir akan pergerakan mobil karena mayoritas kendaraan modern tetap mengunci rem meskipun transmisi ada di posisi netral.

  • Berisiko Macet Jika Tidak Terawat

Fitur ini mengandalkan tiga hal utama, yaitu modul ABS atau ESC, sensor elektronik, dan motor penggerak mekanis. Itulah mengapa hold brake sangat sensitif terhadap kualitas dan kotoran yang terkandung dalam minyak rem.

Jika Anda jarang menggantinya, endapan maupun korosi bisa terjadi pada aktuator rem. Dampaknya, rem akan terasa tersendat saat pedal gas mulai diinjak. Pada kondisi lebih serius, sistem bisa menolak untuk aktif kembali.

  • Terikat dengan Sistem Keamanan

Perlu diketahui bahwa fitur ini hanya akan aktif jika Anda sebagai pengemudi memasang sabuk pengaman. Selain itu, pastikan mobil tertutup rapat untuk menggunakannya.

Jika Anda membuka salah satu saja di antara keduanya, maka sistem mobil akan mengalihkan pengereman ke Electric Parking Brake. Ada juga sistem yang memberi peringatan agar mobil tidak tiba-tiba meluncur.

Jadi, fitur auto hold tidak membebani sistem pengereman secara berlebihan. Bagaimanapun juga, Anda tetap perlu memperhatikan sejumlah catatan di atas agar bisa menggunakannya secara optimal. Tips menarik lain tentang mobil dapat dilihat di sini.