Gejala Utama Ban Mobil Aus, Penyebab Keausan Tidak Merata, dan Langkah Pencegahannya
Oleh karena itu, penting hukumnya untuk memahami indikasi fisik saat ban Anda sudah haus sedari dini. Serta mengenali pemicu keausan tidak simetris. Lalu menerapkan perawatan rotasi dan spooring yang tepat.
5 Gejala Utama Ban Mobil Aus yang Wajib Diwaspadai Pengemudi
Sebelum ketebalan karet ban Anda mencapai batas kritis yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, berikut indikasi fisik dan teknis yang menandakan ban sudah wajib diganti:
- Indikator TWI (Tread Wear Indicator) Sudah Sejajar Tapak: Tonjolan karet kecil di dalam sela alur ban (tread groove) sudah berada sejajar dengan permukaan tapak luar, menandakan kedalaman alur tersisa kurang dari 1,6 mm.
- Kemudi Bergetar (Vibration) pada Kecepatan Tertentu: Setir terasa bergetar atau bergoyang saat mobil melaju melampaui kecepatan sedang akibat ketidakseimbangan permukaan tapak ban yang terkikis.
- Mobil Cenderung Melenceng ke Satu Sisi (Pulling): Laju kendaraan menarik ke arah kiri atau kanan saat kemudi dilepas lurus di jalan datar, menandakan adanya keausan tidak merata di salah satu sisi tapak.
- Timbul Suara Gemuruh Bising (Tire Noise) dari Kolong: Muncul suara berdengung atau decitan halus dari area roda saat mobil bergerak lurus maupun ketika beralih membelok di tikungan.
- Muncul Retakan Halus (Sidewall Cracking) dan Benjolan: Permukaan dinding samping ban menunjukkan garis retak akibat penuaan karet atau timbul benjolan (bulge) akibat benang nilon penyangga di dalam struktur ban telah putus.
Jangan Abaikan Ban Mobil Anda yang Aus!
Dampak paling mematikan dari ban gundul adalah hilangnya kemampuan evakuasi air saat melintasi jalanan basah pasca hujan.
Ketika alur kembangan tidak lagi mampu menyalurkan air keluar dari bawah tapak, terbentuk lapisan tipis cairan yang mengangkat ban dari permukaan aspal.
Fenomena aquaplaning ini membuat kendali setir dan rem tidak berfungsi sama sekali, menyebabkan mobil meluncur liar tanpa kendali.